TERKINI

6/recent/ticker-posts

Rial Iran Anjlok, AS Naikkan Tarif Impor 25% Bagi Negara Bekerja sama dengan Iran

Sumber Foto: Ilustrasi IA

 nyala24.com, Jakarta – Pasca unjuk rasa yang terjadi di Grand Bazaar Tehran, Iran sejak (28/12/2025) lalu yang dipicu akibat krisis ekonomi yang melanda kawasan itu mengakibatkan nilai mata uang Rial anjlok ke angka yang sangat rendah, yaitu 1 Rial Iran setara dengan 0,015 Rupiah atau 42.000 Rial sama dengan 1 Dolar Amerika Serikat (kurs resmi), sedangkan di pasar bebas mencapai 1.400.000 Rial dibandingkan 1 Dolar. Selain itu, sudah memakan korban jiwa yang terbilang sangat banyak.

Hal lainnya yang mempengaruhi keadaan tersebut akibat imbas dari kombinasi sanksi internasional, kegagalan tata kelola ekonomi dan ketidakpastian politik.

Di sisi lain, presiden Amerika Serikat, Donald Trum melalui akun media sosial Truth miliknya pada senin malam mengunggah tulisan terkait kenaikan tarif impor sebanyak 25% bagi negara yang masih menjalin hubungan kerja sama dengan Iran. Postingannya itu sudah dikomentari sebanyak 5,69 ribu dan telah dibagikan sebanyak 12,8 ribu.

“Mulai sekarang juga, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan dikenakan tarif 25% untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat,” unggahnya.

Sementara itu, Kanselir Jerman, Friedrich Merz menyoroti ketidak pastian internasional terkait apa yang terjadi selanjutnya di Iran, yang juga termasuk salah satu kekuatan yang dominan di Timur Tengah beberapa dekade. 

“Saya berasumsi bahwa kita sekarang sedang menyaksikan hari-hari dan minggu-minggu terakhir rezim ini,” kata Friedrich Merz, dikutip dari saudigazette.com, pada Rabu (14/01/2026).

“Ketika sebuah rezim hanya bisa mempertahankan kekuasaannya melalui kekerasan, maka secara de facto rezim tersebut telah mencapai akhir,” lanjutnya. 

Sikap Kemenlu RI Terhadap WNI di Iran

Mencermati perkembangan situasi di Iran, Kementerian Luar Negeri RI melalui BBRI Tehran terus memantau pekembangan situasi keamanan dan kondisi WNI di sana. Dalam unggahan di laman portal kemenlu.go.id yang dikutip pada Rabu, (14/01/2026) menuliskan, Berdasarkan komunikasi KBRI Tehran dengan para WNI di berbagai wilayah di Iran, kota-kota simpul utama komunitas WNI seperti Qom dan Isfahan relatif tidak terdapat gangguan keamanan yang signifikan. WNI di Iran sebagian besar berstatus sebagai pelajar/mahasiswa di berbagai lembaga pendidikan di Iran, khususnya di Kota Qom.

Berdasarkan asesmen KBRI dan dg memperhatikan kondisi di lapangan pada (12/01/2026) saat ini belum diperlukan evakuasi. Namun demikian persiapan mengantisipasi eskalasi situasi keamanan sesuai rencana kontigensi terus dilakukan.

KBRI Tehran mengimbau seluruh WNI di Iran agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, menghindari lokasi pusat-pusat demonstrasi dan kerumunan massa, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Tehran.

Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Iran, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif.

Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline KBRI Tehran melalui nomor +98 9914668845 / +98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027. (Admin)

Posting Komentar

0 Komentar